Kena Tipes…

Duh, kena tipes selama empat minggu begitu lama rasanya. Produktivitas menurun dan tangan serasa buntung tak mampu menggores berita.

Iseng-iseng saya sms dokter cantik Sonia Wibisono yang baru saja punya acara Ask Sonia di Indovision. Dia menganjurkan makan jamur miytake. Katanya bagus buat pemulihan daya tahan tubuh. Well, patut dicoba pula.

Akibat lainnya, blog ini serasa sepi tak saya garap sudah sebulan lebih.

Sebenarnya seminggu setelah kena tipus saya kembali lagi ke lapangan ke DPR liputan. Lumayan, sekali nulis langsung nembus headline Berita Utama. Kala itu tentang langkah KPPU dan bocoran RUU Penanaman Modal.  

Setelah itu ambruk lagi. Minggu selanjutnya coba masuk kantor lagi, gak mau liputan ke lapangan dulu. Eh, akhirnya dengan diambruki bahan dari redaktur Mas Lutfi Yusniar, saya nulis lagi dan nembus headline lagi. Kali ini tentang rencana privatisasi BUMN. Dalam benak saya, mau dikemanakan aset-aset negara ini? Setelah diswasta(asing)kan, apakah bener bisa jauh lebih baik lagi? Ups, jurnalis gak boleh tendensius dan terlalu kentara subjektif. Kita rangkai saja analisis ini ‘seobjektif’ mungkin di dalam berita yah… hehehe… artinya, kita tuangkan subjektivitas benak kita dengan kemasan yang ‘lebih argumentatif dan analitik (baca: menggelitik?).

Kawan-kawan sempat menjenguk sih. Ada si Agus Suptiyanto, jurnalis Tempo. Dia kakak kelas Akuntansi ’99 UGM. Juga ada Beta Perkasa, Studi Pembangunan ’98 UGM. Kami sempat aktif di pers kampus EQuilibrium. Ada juga Erna Girsang, jurnalis Bisnis Indonesia bersama Ucok, sepupunya.

Selama di rumah saya dirawat adik saya. Saya dibuatin bubur. Juga dimasakin air anget buat sibin atau mandi. Tahukah arti sibin? Tak semua orang Jawa tahu artinya. Sibin adalah istilah mandi yang sekadar basah-basahan, gak mandi beneran.

Anak-anak kantor kayak Mas Iip, Khalis, Mpok Lismei, Kemal, Razak, Aru, Redaktur Pelaksana M Yasin, Tatang, Herman, Imam, Abi, Mpok Sheila, Mpok Tifa juga memberikan simpati. Tak lupa pula Pak Say dan Pak Adi yang setia membelikan makanan titipan. Pemred Ibrahim Assegaf dua kali telepon menanyakan kondisi dan menyarankan jangan terlalu maksa. Eh, Sekretaris Redaksi Mpok Eni juga ngasih biskuit dan sms-sms yang cukup menghibur.

Lalu minggu keempat ini ada Si Mur, perempuan yang mengisi hati saya, datang menjenguk dan merawat saya.

Uh, kondisi sudah membaik. Semoga gak ambruk lageee… aduh aduh aduh… masak petani bisa mengolah sawah tanpa cangkul? Masak jurnalis bisa menoreh berita kalau tak sehat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s