Home Sweet Home

    

Home is everything…

Sepatah kalimat itu meluncur dari mulut Ali, pemuda pejuang Timur Tengah, dalam sepotong percakapan dengan asasin suruhan Mossad, yang bernama Avner. Mata Ali berkaca-kaca dan mulutnya bergetar ketika meluncurkan kalimat itu. Percakapan itu memang hanya sebuah dialog dalam film Munich, besetan Steven Spielberg.

Rumah memang segalanya. Memang demikian adanya. Sejauh ke mana pun kita pergi, sebenarnya kita menyusun langkah menuju pulang. Itu pula yang dirasakan tokoh Gagap karangan Putu Wijaya dalam kumcer Tulalit. Aku sangat merindukan arumnya atmosfer nyamannya anyaman kehangatan kasih sayang keluarga di Pati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s