(Cerpen oleh Yacob Yahya)
MALAM HENING. Larut. Lelaki itu tiba-tiba jenggirat, terbangun.
Wanita yang tertidur di sisinya hanya mengeluh lirih, melanjutkan lelapnya. Masih ada sisa keringat di kening halusnya nan mengkilat. Rambutnya yang hitam panjang terurai agak berantakan. Tampak cantik, malah.
Pria itu was-was. Risau. Ia tolah-toleh. Serasa dari tadi ada yang tak beres. Ia bangkit. Mencampakkan selimut yang membalut. Ia kecup jidat istrinya.
Sekali lagi perempuan itu mengeluh pelan, tetap terpejam. Tangannya coba meraih-raih ke samping, mencari tubuh si suami, tapi hanya selimut yang dia dapat. Satu selimut besar yang mereka pakai berdua. Jadinya agak kusut. Resam tubuh wanita itu terpahat tipis dari balik kemul yang membungkusnya. Ia damai dalam tidurnya.
Namun suaminya tidak. Dengan berat ia pandangi belahan jiwanya yang terperangkap lelap. Tanpa senyum. Semata-mata memandang. Lantas ia tengok ke pintu kamar. Ia keluar, tetap bertelanjang dada. Baju tak ia hiraukan, masih teronggok di samping pakaian istrinya, di bawah ranjang. Continue reading

