Peristiwa selalu mudah terlupa. Manusia memang makhluk pelupa.
Apa yang terjadi dua belas tahun lalu? Di Menteng? Tepatnya Jalan Diponegoro? Hingga kini belum terkuak. Dan lamat-lamat kita melupakannya. Atau mungkin sengaja untuk lupa. Melewatkan begitu saja. Soalnya esok hari adalah ketidakpastian. Masa lalupun jadi turut tak pasti. Hidup sudah keras. Jangan ditambah keras. Jangan dibuat tambah keras.
Hujan Minggu malam jelang isya, 27 Juli 2008, jatuh di kota Jakarta. Tak lazim di musim kemarau yang kerontang ini. Roda empat Avanza melaju membawaku ke Stasiun Gambir. Aku hendak meluncur ke Yogyakarta.
“Ah, semua orang sudah lupa,” komentar kakakku atas peristiwa 1996 itu. Sejenak kami terdiam di dalam mobil yang melaju di atas jembatan layang ke arah Senen-Kwitang, dari Jalan Pramuka.
1 response so far ↓
Sekretariat Mlg Selatan (Itong) // November 12, 2008 at 6:25 am |
peristiwa kudatuli, membawa nama Mega ke panggung politik Indonesia,……