Saya terhuyung-huyung memaksakan diri mengangkut barang bawaan masuk ke kereta Argo Lawu, tujuan akhir Solo, Stasiun Balapan. Minggu malam itu (27/7) saya hendak turun di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Dari Stasiun Gambir, Jakarta. Tas hitam Eiger tiga kompartemen menempel di punggung. Berisi laptop dan peranti liputan. Tas hijaunya menempel di depan badan. Berisi berkas data diri. Belum lagi tas cangklong hijau lumut gambar Mao Tse Tung yang berisi dua kamus di lengan kanan -tasnya dibelikan Epi, adik dari kakak ipar saya yang bertugas di Kedutaan RI untuk Cina, kamusnya dibelikan calon istri, Murjayanti. Ada lagi di lengan kiri, tas cangklong dari Sampoerna Language Center, berisi buku-buku bacaan. Lalu tas koper -tanpa roda- berisi sejumlah pakaian saya jinjing pakai tangan kanan. (more…)
27 Juli
July 28, 2008 · 1 Comment
Peristiwa selalu mudah terlupa. Manusia memang makhluk pelupa. (more…)
Categories: Tentang Yacob