My Thought, My Activism, My Life, Myself

Beresi Barang-Barang

July 26, 2008 · 4 Comments

Selamat tinggal Kebayoran Lama, selamat tinggal Permata Hijau, selamat tinggal Carrefour, selamat tinggal kucing-kucing liar, selamat tinggal Palmerah, selamat tinggal rumah sakit, selamat tinggal ibu kota.

Hari ini semua barang harus siap diangkut. Aku setrika jemuran yang sudah kering. Aku kemasi pakaian. Aku masukkan ke dalam kardus sejumlah perabot. DVD player. Printer. Semua siap. Malam nanti semua barang akan dibawa ke Rawamangun, rumah mertua kakakku. Buat dititipin sementara waktu.

Aku mau ke Yogyakarta.

Hampir empat tahun aku tinggal di sini. Aku ngontrak sebuah rumah petak di wilayah Kebayoran Lama. Tepatnya Gang Assofa II. RT 06 RW 01. Rumah nomor berapa? Aku tak tahu. Yang jelas rumah petak pertama gang tembus Musala Al Mubarak. Seberang Indomaret baru. Dekat Gedung Kontan. Dulu aku memang kerja di media ekonomi itu. Jadi perjalanan ke kantor tak usah mikir macet, ongkos, dan waktu yang terbuang. Soalnya tinggal jalan kaki.

Posisi rumah ini menurutku strategis. Aku selalu menikmati jalan kaki di lingkungan Permata Hijau. Tanaman hiasnya. Perumahannya. Gang kecilnya. Semuanya.

Posisi rumah ini menurutku strategis. Mau ke pusat perbelanjaan? Ada ITC Permata Hijau sekaligus ada Carrefour. Ke rumah sakit? Tinggal ngangkot sekali ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Bahkan, kalau mau bisa jalan kaki.

Posisi rumah ini menurutku strategis. Mau jajan makan masih murah. Tak semahal di bilangan Kuningan atau Sudirman atau Senayan atau lainnya. Mau jajan makan segalanya ada. Mau makan murah tinggal pilih. Steak murah? Ada Obonk. Seafood lezat? Ada dua pilihan: Pertigaan Kemanggisan-Rawa Belong atau jalan raya menuju Permata Hijau-Simprug-Pondok Indah. Sayur asem? Ada dua pilihan juga: Jalan Madrasah atau Resto Rindu Ayam. Belanja? Indomaret baru kan tinggal nyeberang. Warnet? juga tinggal nyeberang. Fitnes? Belum pernah sih, tapi tinggal ngangkot sekali.

Posisi rumah ini menurutku strategis. Mudah akses ke mana saja. Mau ke Bintaro? Meluncur saja ke jalan layang Pasar Kebayoran Lama. Lalu nyegat angkot atau metro mini. Aku dulu ke Bintaro guna jenguk adikku yang kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Di Bintaro juga enak. Nonton bioskop tinggal ke BP -Bintaro Plaza. Ke Slipi juga tinggal sekali angkot. Ke Senayan, sekali angkot plus jalan kaki cukup capek. Itu kalau aku liputan ke Gedung DPR.

Posisi rumah ini menurutku strategis. Aku nyaman di sini. Hampir empat tahun. Tapi kini aku harus pergi. Ke Yogyakarta yang lebih nyaman.

Nanti malam pasti aku tambah sibuk mengangkati barang-barang. Selamat tinggal. Sayonara…

Categories: Tentang Yacob · Yogyakarta
Tagged: ,

4 responses so far ↓

Leave a Comment