Dia selalu bilang, “Ini menarik untuk ditulis di koran saya yang bebas… Saya tak pernah punya aturan. Anda bebas menulis di koran saya.” Dia berkomentar soal tulisan tugasan karya peserta kursus. Saya sendiri masih “penasaran” apakah dia beneran punya koran.
Atau, jika sesi menjelang berakhir, hari semakin sore, tatkala lelah makin berhinggap, dia sambil geleng kepala tanpa kehilangan senyum berkata, “Sebelum bahasa Indonesia saya habis, hahaha…” (more…)
Categories: Pernik Jurnalistik
Anda punya risiko penyakit jantung? Jangan tunggu sampai meningkat jadi tahap gejala, apalagi hingga tahap serangan atau penyakit. Jika tak puas melihat hasil tes darah, segeralah untuk uji lari di atas treadmill. (more…)
Categories: Tentang Yacob
Begitu mudahnya manusia melepas nafsu. Tak perlu alasan saling mengenal. Terjadi begitu saja. Dan saling meninggalkan begitu saja. (more…)
Categories: Tentang Yacob
Akhirnya saya keturutan juga bergabung dalam kursus yang lama saya idamkan ini. (more…)
Categories: Pernik Jurnalistik
Semua hal dikait-kaitkan. Tapi makin tak jelas apa kaitannya. (more…)
Categories: Pernik Jurnalistik
Tagged: terkait
Saya merasa habis. Badan ini tertelan rasa capek. Larut malam, tepatnya Kamis pukul satu dini hari (5/6) baru saya beranjak pulang dari kantor. (more…)
Categories: Pernik Jurnalistik
Sudahkah kerja keras mereka dihargai? Dapatkah mereka hidup layak seusai pensiun kelak? Ini film tentang pengorbanan, tentang kegigihan, tentang perjuangan, tentang… kehidupan. (more…)
Categories: Tentang Yacob
Richard Gere, eh, Simon Hunt benar-benar edan. Seorang wartawan di daerah konflik yang tegas bersikap. Di tengah komunitas internasional yang munafik, Hunt, si pewarta itu, merasa bertanggung jawab. Di saat CIA, PBB, dan organisasi lainnya enggan dus pura-pura tak bisa menangkap seorang buronan penjahat perang, Hunt melakukannya. (more…)
Categories: Pernik Jurnalistik