Di sinilah aku pernah mengukir berbagai gol dengan beragam gaya: sundulan kepala, baik sambil melompat maupun meluncur menjatuhkan badan, tendangan salto, baik bicycle memunggungi gawang maupun tendangan gunting dari arah samping, tendangan first-time, baik hypervolley maupun setengah volley atau sepakan kura kaki, atau gol dari gocekan melalui beberapa pemain lawan.
Ah kini tempat itu semakin hancur tak tertata karena tarik-tarikan kepentingan ekonomi kelas bawah dengan rerancang tata kota yang semrawut. Alun-alunku “hilang” sudah. (more…)