Bayangkan Anda terpekur di pingir pematang sawah. Duduk di atas gubuk. Memandangi permainya hijau padi. Mentari terik bukan alasan mengeluh. Burung pencuri biji bukan alasan mengumpat. Tinggallah seorang diri, hening, terbelai tangan-tangan halus sang bayu. Sambil mendendangkan ini lagu…
Dhek jaman berjuang
Njuk kelingan anak lanang
Biyen tak openi
Ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang
Keturutan sing digadang
Biyen ninggal janji
Ning saiki apa lali
Ning gunung
Tak jadongi sega jagung
Yen mendung
Tak silihi caping gunung
Sukur bisa nyawang
Gunung desa dadi reja
Dene ora ilang
Gone padha lara lapa
Ketika masa perjuangan
Ku teringat putraku
Dulu aku rawat
Namun sekarang entah di manaKatanya sudah merdeka
Terpenuhi apa yang diinginkan
Dulu dia berjanji
Namun sekarang apakah alpaDi gunung
Kubekali nasi jagung
Kalau mendung
Kupijami caping gunungSyukurlah jika dia bisa melihat
Kini gunung desa makin ramai
Hingga takkan hilang
Kenangan dulu ketika susah
Caping Gunung, ciptaan Gesang


Matur nuwun lirik Caping Gunung-nya.
@ARIES: Sama-sama Mas Aries. Penyuka Campursari juga?
wah makasih syairnya ya mas..
aku dengerin lagu ini di bis di jakarta..
enak banget dengerinnya..
kebetulan pengamennya juga serius nyanyinya..
pake ukulele..
jadi begitu sampe kantor langsung cari syairnya..
minta ijin copi paste syairnya di blog saya ya pak..
Silakan Darin. Senang bisa membantu. Aku juga kangen dengerin tembang-tembang campursari.
Lagu yang terus mengingatkan saya untuk selalu “kembali” ke desa saya…
mas yacob tulisannya inspiratif banget!!
lagu favorit nih… apalagi kalo diawali dengan Bawa caping Gunung…
Panas Udan… Udan Panas…
Salam kenal, mas.
Sesama Alumni UGM & aktivis persma.
Penggemar wayangan di radio juga.
Kl mendengr lagu caping gunung dmnapun qt brada..rasanya rindu kampung hlaman..lirik lagu ini memang ngrasuk neng ati..ada kesedihan dstiap nada2Nya..aku rindu ayah ibuku d kampung..
wah mantab!
maturnuwun sanget lirikipun….
kulo seneng sangat kalihan lagu meniko
wah mantab!
maturnuwun sanget lirikipun….
kulo seneng sanget kalihan lagu meniko
Mas Yakob , Makasih banyak atas liriknya yaaa
@Arwin and all: makasih juga atas kunjungannya
wah.. caping gunung sae sanget….
Pingback: Caping Gunung « Sebotol Capucinno dan Seonggok Code
Awal musim panas, menjelang tengah malam, mendengarkan lagu ini (apa lagi setelah mengetahui terjemahannya) membuat trenyuh.
Saya diperkenalkan lagu ini oleh ayah saya, ketika itu saya masih SD. Katanya, ini lagu sangat dalam maknanya, tentang rakyat kecil yang pernah menampung tentara RI di jaman kolonial. Setelah sekian tahun mereka mendengar bahwa RI sudah merdeka, mereka teringat janji2 para tentara sewaktu dirumat oleh orang2 desa.
Namun orang2 kecil ini tidak bermaksud menagih janji, mereka hanya sekedar ingin mengetahui kabar orang2 yang telah menjanjikan sebuah harapan.
Lagu ini, waktu itu, menurut saya merupakan kritik terhadap rezim ORBA. Di mana yang dimaksud dengan “anak lanang” di dalam lagu ini adalah Soeharto.
Oya, minta izin copy-paste liriknya. Ini akan saya jadikan pengantar diskusi tentang Jawa ke teman2 kuliah saya di Universiteit Leiden, Netherlands.
Makasih
saya bikin lagu caping gunung dengan nuansa modern.. dengerin aja
http://orangutan.bandcamp.com/track/caping-gunung-tribute-to-gesang
syair yang indah. tentu saja.. gesang. nice blog.
matur sembah nuwun…..lirik ipun mbantu kangge penggarapan musik bambu mpu palman saking njephoro……
Terima kasih pak, saya terharu mendengar lagunya dan saya menangis melihat syairnya.
Almarhum Gesang memang maestro keroncong.
makasih udah upload liriknya..
mbah Gesang pancen Te O Pe Be Ge Te…
aq seneng lagu ini..
Matur nuwun pak yakob , saya seorang jawa yg merantau ke kalimantan yg bekerja pda suatu perusahaan pertambangan, saya pernah mendengar tembang ini pada tengah malam ktka sya bekerja , sungguh , ketika mendengar tembang ini saya menangis , saya sungguh2 merindukan ayah , ibu , kakak , kakek n nenek saya , saya sangat merindukan kampung halaman saya , sejak mendengar tembang CAPING GUNUNG tersebut , saya berjanji kepada diri saya sendiri , bahwa saya harus sukses demi keluarga saya di jawa. . . Terima kasih pak untuk setiap lyric CAPING GUNUNG yg bapak tulis yg menyentuh hati saya, semoga bapak selalu diberkati TUHAN . . . Amin . . .
lagu ini oleh pengarangnya (Alm. Gesang) merupakan sebuah kritikan sekaligus kegelisahaan orang desa terhadap ketidak adilan penguasa yang melupakan orang desa/pedesaan. Pada zaman perjuangan kemerdekaan, orang desa sangat mendukung dan membantu para pejuang yang bergerilya melawan penjajah dengan segala yang orang desa punya ( makanan, tempat tinggal, pakaian bahkan anak gadisnya ) diserahkan dengan iklas demi cita-cita luhur Indonesia merdeka. Namun, setelah merdeka, kehidupan orang desa tetap sengsara, tetap miskin, termarginalkan dan janji tinggal janji (dalam syair: biyen nanti janji, ning saiki opo lali..)
Pada masa kini, tembang Caping Gunung Masih relevan dengan kondisi orang desa (wong cilik) yang hanya menjadi obyek kekuasaan…..kehidupan orang desa makin miskin, pengangguran di desa semakin tinggi, orang desa berbondong-bondong mencari kehidupan di kota-kota besar karena pembangunan tidak menyentuh ke desa-desa, banyak anak pada putus sekolah karena biaya pendidikan semakin tinggi semakin tidak terjangkau oleh anak-anak desa,para petani semakin termarginalkan, seperti berjuang sendiri mencukupi kehidupannya, tidak ada lagi anak lanang yang digadang-gadang bisa membantu seperti masa berjuang dulu..seperti masa-masa kampanye politik dulu, janji-janji manis yang meninabobokan orang desa akan masa depan yang cerah, setelah duduk disinggasana kekuasaan semua pada lupa. Biyen nate janji, ning saiki opo lali….
salam dari Kaltim.
setiap denger lagu ini psti trenyuh ingat ibu d kampung halaman, maaf anakmu ini blm ckp brbakti bu
waHhh. ..
5kasih bgt ya bt lirik lagu.na. .
akkue krg suka sih tpi in smua
bt ujian praktik akkue hbs binggung musty nyanyi apPa
ciEh. ..
tHank.
by = <weg ;_st
meskipun sy suka linkin park, creed dan band rock lainya…….. tp tak ada yg lebih indah dr lagu jawa…sungguh lagunya menyentuh jiwa dan penuh dengan filosofi…..salam tuk smua pnggemar lagu jawa….
gunung ndeso dadi rejo walaupun saya sekarang di Jerman lagu ini tetap saya putar
eling omah, eling Pati… thx mas Bro
Saya izin copas ya pak
Matur sembah nuwun…